Pembangunan Nias International Hospital-FRANK PDKS International dengan Konsep “Back to Nature” Method Pertama didunia

President Director Nias International Hospital - FRANK PDKS International "Back to Nature" method.

INDONESIAKITA.ID, Jakarta – Presiden Direktur Nias International Hospital Prof. Dr. Fransiskus Faozisokhi Laia, Ph.D mengungkapkan pihaknya akan membangun rumah sakit pertama di dunia yang pengobatannya bersumber langsung dari rempah-rempah alami nusantara.

Untuk membangun rumah sakit yang menggunakan obat tradisional tanpa bahan kimia, perawatan pengobatan Nias International Hospital menggunakan semua obat back to nature, tanpa obat kimia. Terlebih, proyek rumah sakit di bawah naungan PT. FRANK PDKS International ini rencananya akan selesai pada 2028 mendatang.
“Saya berharap, Nias International Hospital bisa terus diperhatikan untuk kepentingan kemanusiaan. Saya memasang target agar nantinya standar layanan kesehatan bisa semakin merata di seluruh provinsi, kabupaten, kota hingga internasional. Terlebih keberadaan rumah sakit, dokter spesialis, dan alat kesehatan yang mumpuni sangat dibutuhkan di tiap daerah,” ujarnya (18/10).
Ia mengatakan, Nias International Hospital dibangun untuk mendukung program kemanusiaan di dunia. Sehingga, semua orang yang sakit dan tidak mempunyai biaya untuk berobat menyembuhkan penyakitnya dapat berobat gratis demi kemanusiaan.
Inspiration and Advisor Nias International Hospital-FRANK PDKS International
“Nias International Hospital didukung oleh 202 negara. Ada tahapan, perencanaan, ini sudah menjadi program dunia,” ucapnya.
Dengan misi kemanusiaan untuk menolong para pasien yang mengalami sakit yang sudah tidak mampu lagi melanjutkan pengobatannya karena sudah mengalami multi ketidakmampuan, baik dari segi finansial maupun dari segi yang lainnya, ia berharap rumah sakit ini berjalan dan terbangun.
“Saya sudah melewati tahapan persetujuan, kita tidak mau mengecewakan pihak manapun termasuk dunia internasional yang memberikan kepercayaan kepada kita. Ini merupakan bagian daripada pemulihan ekonomi pasca pandemi yang kita lakukan ini momentumnya tepat di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Nias International Hospital dengan area seluas 100 hingga 200 hektar akan dikembangkan fasilitas rumah sakit internasional bertema resort dengan membawa nuansa tiga langgam arsitektur Indonesia seperti Bali, Jawa dan Nias sendiri. Rumah Sakit internasional ini pun dilengkapi dengan penunjang lain seperti hotel dengan kelas bintang 5 sebanyak 1000 kamar, kemudian terdapat convention center dengan kapasitas 2.000 orang yang dilengkapi oleh gedung parkir kendaraan di bawahnya.
Kemudian rumah sakit internasional ini juga memiliki kampus dengan program kedokteran sehingga mahasiswa kedokteran dapat langsung menjadi co-asisten dokter di rumah sakit internasional. Rumah sakit yang dibangun untuk mendukung program kemanusiaan di dunia ini benar-benar melayani masyarakat bahkan memberikan kepada masyarakat akses seperti pembangunan bandara sebagai fasilitas pendukung untuk rumah sakit, pembangunan hotel sebagai subsidi silang. Lalu ada lahan pertanian, sekolah, universitas, kebudayaan dan tempat ibadah dengan berbagai kepercayaan.
“Pembangunan Nias International Hospital ini akan rampung 2 hingga 5 tahun secara bertahap. Program kerjanya ada yang bisa memikirkan tentang kesehatan masyarakat dunia. Bayangkan ketika ini berjalan, bukan hanya rumah sakitnya saja, tetapi tenaga kerja, tenaga medis, lalu dari pertanian tergerak. Ini bisa membawa pengaruh di dunia internasional karena hubungannya dengan rumah sakit ini adalah sebagai hubungan diplomatis dalam menciptakan perdamaian dunia dan sekaligus sebagai pertahanan bagi dunia,” tuturnya.