Jadi Keynote Speker di The 5th ISMINA, Amali Bicara Kebangkitan Olahraga di Tengah Pandemi

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi pembicara kunci atau keynote speaker dalam ‘International Conference on Sports, Health, and Physical Education’ (THE 5th ISMINA). Kegiatan dengan tajuk, Transformation on Sports, Health and Physical Education Facing The Global Pandemic ini diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Rabu (28/4) pagi.

Indonesiakita.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi pembicara kunci atau keynote speaker dalam ‘International Conference on Sports, Health, and Physical Education’ (THE 5th ISMINA). Kegiatan dengan tajuk, Transformation on Sports, Health and Physical Education Facing The Global Pandemic ini diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Rabu (28/4) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum, Dekan Fakultas Olahraga Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd, Presiden Dewan Internasional Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani, Dr Uri Schaefer, Hayono Isman,Presiden ACPES dari PESS-NIE Nayang Technological Universitas, Singapura, Prof. Koh Koon Teck, Ph,D, Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan, Prof Dr Joon Ho Kang.

Turut hadir pula Departemen Kesehatan dan Pendidikan Jasmani,Universitas Pendidikan Hong Kong (EduHK) Hongkong, Prof. Bob Fenghua SUN, Ph.D, Prof. Donny Wira Yudha Kusuma, M.Pd., Ph.D, dan civitas akademik UNNES serta ratusan mahasiswa yang mengikuti secara virtual.

Mengawali pidatonya, Menpora Amali mengaku sangat bangga menjadi bagian dari acara seminar internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi dan praktisi olahraga di Asia Selatan dan sekitarnya ini untuk berbagi pengetahuan, ide dan pengalaman tentang olahraga, kesehatan, dan pendidikan jasmani.

Pada kesempatan ini, Menpora Amali memaparkan sejumlah hal. Salah satunya soal terhentinya event-event olahraga nasional akibat terdampak pandemi COVID-19 sejak 2020 lalu.

“Pada tahun 2020 olahraga Indonesia menghadapi dampak dari situasi pandemi global COVID 19, beberapa diantaranya yang ditunda seperti kegiatan multi event Pekan Olahraga Nasional (PON). Termasuk event olahraga internasional seperti Olimpiade, di Tokyo,” kata Menpora Amali.

Bukan hanya kegiatan multi event, kegiatan-kegiatan olahraga lainnya juga terhenti seperti kompetisi liga sepak bola, bola volly, bola basket dan bulutangkis. Akibatnya, banyak dari mereka yang kehilangan pendapatan dan pekerjaan. “Pemain dan penyelenggara pertandingan banyak yang kehilangan pendapatannya,” pungkasnya.

Menpora Amali juga menyampaikan bahwa pada awal 2020, dirinya bersama stakeholder kepemudaan turun langsung mendukung, menangani dan memulihkan pandemi.

“Beberapa langkah yang dilaksanakan adalah berhasil meningkatkan partisipasi remaja dalam pencegahan pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenpora juga telah melakukan vaksinasi untuk para atlet, pelatih, dan stkahoder olahraga untuk meningkatkan kekebalan mereka dari virus. Teruatama untuk mereka yang berpartisipasi dalam event-event olahraga baik regional, nasional dan internasional.

“Kemenpora menetapkan tahun 2021 sebagai waktu yang tepat untuk memulihkan dan menghidupkan kembali olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Hal itu telah ditunjukan dengan dimulainya kompetisi pramusim Piala Menpora 2021. Sementara itu, kompetisi sepak bola musim 2021-2022 tengah dipersipakan dengan strategi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dimana strateginya yang ada di dalam stadion hanya pemain, pelatih, dan ofisial pertandingan. Selain itu, pemerintah juga sudah memutuskan untuk mengadakan berbagai event olahraga antara lain PON yang akan digelar pada bulan Oktober 2021.

“Semua persiapan sudah dilakukan dan saya berharap semua kegiatan dan perlombaan olahraga dapat segera dilaksanakan,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Menpora juga memaparkan bahwa pihaknya bersama stakeholder olaharaga sudah menyusun grand design olahraga nasional untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat internasional. Grand design ini akan berfokus pada sports science, sports industry, dan sport tourism.“Penerapan sport science akan berdampak pada peningkatan prestasi olahraga,” ujarnya,

Dengan adanya seminar yang mempertemukan para pakar kesehtan dan pakar olahraga ini, Menpora berharap dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam merumuskan saran berharga bagi dunia olahraga yang terdampak pandemi.

“Akhirnya saya ucapkan selamat kepada anda semua yang telah mengikuti seminar ini, semoga bermanfaat bagi perkembangan olahraga Indonesia,” tutup Menpora Amali.(ded)