BEI Mulai Khawatir Investor Hijrah Ke Bitcoin, Dikarenakan Transaksi Saham Sepi

Indonesiakita.ID – Perdagangan di pasar saham sejak awal April 2021 tercatat merosot. Hal ini terlihat dari nilai transaksi harian yang hanya tercatat di kisaran Rp 9 triliun. Padahal pada Januari 2021, nilai transaksi harian bursa bisa menembus level Rp 20 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (13/4) juga kembali melemah 0,72 persen ke level 5.905,47. Dalam sebulan, indeks saham bahkan sudah merosot hingga 6,62 persen.

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, pihaknya mulai was-was investor akan hengkang dari pasar modal.

Dilansir dari kumparan.com “Secara pribadi ada sedikit kekhawatiran dari saya terkait hal ini. Walau saya belum tahu secara pasti seberapa besar penetrasi Bitcoin di Indonesia,” ujar Laksono, Selasa (13/4).

Sebelumnya Laksono mengakui nilai transaksi harian bursa cenderung sepi dalam beberapa minggu terakhir. Menurut Laksono ada, beberapa faktor yang menyebabkan nilai transaksi harian bursa turun cukup signifikan dibanding awal tahun.

Faktor pertama yaitu mulai berakhirnya January Effect yang disebabkan oleh euforia program vaksinasi. Menurut Laksono, euforia vaksinasi sempat membentuk optimisme baru dan berdampak pada peningkatan transaksi di pasar saham. Namun lambat laun euforia tersebut menyusut dan para investor mulai menunggu hasil nyata dari perbaikan ekonomi.

Ditambah lagi, beberapa emiten diketahui belum menyetor laporan keuangan full year 2020 sehingga kondisi ini menyebabkan market masih wait dan see. Selain itu adanya pembatasan mudik selama libur Lebaran yang kemudian berpengaruh terhadap sentimen investor terkait recovery ekonomi.