Napi Rutan Bangli Hasilkan Aneka Kerajinan Koran Bekas

Meskipun berada dibalik jeruji besi, namun tak menyurutkan niat para
narapidana untuk terus berkreasi dan berkarya. Seperti halnya sejumlah Napi Rumah Tahanan (Rutan) Bangli, mereka dapat memanfaatkan koran bekas untuk membuat aneka kerajinan untuk dijual.

Dibawah koordinasi Nopi Hendrik, napi asal Malang Jawa Timur yang masuk ke rutan karena terjerat kasus narkoba, sejumlah napi membuat replika sepeda motor gede dan sejumlah wadah serta tas dari koran bekas.

“Dulunya gak tau apa-apa, di sini ada teman yang bisa bikin dan saya
belajar selama satu bulan perlahan saya bisa buat. Ini dari koran bekas
digulung dibentuk motif kemudian dirangkai dan dibalut melamin biar kena air gak rusak” Ujar Nopi Hendrik saat ditemui di Rutan Bangli beberapa waktu lalu.

Kreasi membuat kerajinan ini dilakukan Nopi Hendrik untuk mengisi waktu selama berada dalam blok tahanan maupun di bengkel kerja. Keterampilan yang dimilikinya diakui Hendrik diajarkan oleh salah seorang napi yang kini telah bebas dari Rutan Bangli.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang sudah mengajarkan ini, meskipun masih lima tahun lagi di sini tapi ini akan jadi bekal saya setelah saya keluar dari sini” pungkas Nopi.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Jaya Sentana mengatakan, kerajinan ini merupakan hasil pembinaan kemandirian yang disesuaikan dengan kemauan dan bakat para napi. Selain kerajinan, para napi juga berkecimpung di kegiatan peternakan, pertanian, pertukangan dan pencucian mobil dan motor.

“Untuk Handycraft ini dikerjakan di dalam ruangan khusus Blok D, mereka
menggulung dan membentuk kerajinan ini. Tetapi kalau malam hari, senjata tajam yang digunakan untuk kerja ini kami kumpulkan lagi. Ujar pria yang akrab disapa Jaya ini.

Meski demikian, mereka mengaku kesulitan memperoleh bahan baku koran bekas untuk handycraft dan peralatan lain berupa alat las dan mesin jahit tambahan untuk mengembangkan minta dan bakat par Napi.

“Kami sudah ajukan proposal ke pemda Bangli untuk peralatan las untuk
bengkel, tapi koran bekas yang susah kami dapat. Kalau ada pihak yang mau jual atau memberikan secara gratis kepada kami ya terima kasih, misalnya kantor redaksi koran yang punya koran bekas kasih kami itu kami sangat berterima kasih” pungkasnya.

Hasil Kerajinan para Napi ini dipasarkan melalui website rubli bersinar
milik Rutan, sehingga banyak turis asing asal Australia membeli hasil
kerajinan ini. Selain itu mereka juga sering mengikuti pameran yang digelar pemda setempat, untuk mempromosikan hasil karya para Napi. (Edo)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *